Marquez Sudah Lempar Handuk Walaupun Masih Belum Balapan

BolaGP – Marquez Sudah Lempar Handuk Walaupun Masih Belum Balapan – Marc Marquez sebagai pembalap Repso Honda, merupakan penguasa MotoGP Austin.

Sejak Circuit of the Americas (COTA) menggelar balapan grand prix pada 2013, Marquez ini selalu memenangi kelas MotoGP dari pole position.

Marquez Sudah Lempar Handuk Walaupun Masih Belum Balapan

Marquez Sudah Lempar Handuk Walaupun Masih Belum Balapan

Marquez tak membidik kemenangan kelima beruntun dan hanya mengincar podium. Namun, jelang pergelaran MotoGP Austin 2017 pada akhir pekan ini, sang raja seolah memberi sinyal siap turun takhta.

Marquez mengatakan, “Saya ingin meraih hasil bagus dan texas adalah sirkuit yang saya sukai. Namun, saya tak berbicara soal kemenangan tapi tentang perjuangan meraih podium pertama pada tahun ini.”

Pada saat itu, Marquez memilih untuk bersikap realistis setelah melakoni start terburuk sejak debut di kelas MotoGP pada 2013. Pebalap asal Spanyok itu untuk pertama kalinya gagal meraih kemenangan dari dua seri awal.

Qatar, 26 maret lalu, Marc Marquez hanya finis keempat pada seri pembuka di Losail. Pebalap yang menginjak usia 24 tahun itu lalu crash out saat sedang memimpin lomba pada balapan kedua di termas de Rio Hondo, Argentina, 9 April.

Marquez terpaut 37 angka dengan pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang memuncaki klasemen setelah menjuarai balapan di Qatar dan Argentina. Hal itu membuat perjuangan Marquez sebagai juara dunia bertahan dalam mempertahankan titel pun semakin berat. Dia kini masih tertahan di posisi kesembilan kalsemen semenatara dengan 13 poin.

Marquez menambahkan, “Finis di podium akan sangat ideal untuk mendapatkan stabilitas. Kami membutuhkan sedikit stabilitas karena Vinales sudah dua kali menang dan Valentino Rossi juga telah dua kali naik podium. Duo Yamaha tampak sangat kompetitif.”

Marquez mengakhiri, “Jika ada peluang memenangi MotoGP Austin, tentu saya akan mencoba. Kalau tidak, saya tak akan memaksakan diri. Kami harus belajar dari kesalahan di Argentina.”